This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

Masih Dalam Tahap Penyesuaian

Jakarta - Bagi distributor ponsel seperti Erajaya, volume penjualan ponsel di Indonesia masih dirajai oleh Nokia. Namun dari sisi value product, BlackBerry dan Samsung dinilai sudah jauh melampaui.

Menurut Djatmiko Wardoyo, Director Marketing and Communication PT Erajaya Swasembada Tbk, dari 11 brand ponsel yang didistribusikan pihaknya, angka penjualan terbesar masih dikuasai oleh Nokia, Samsung, dan BlackBerry.

"Nokia masih menang di volume. Tapi untuk ASP-nya (average selling point), mereka butuh upaya enam kali lipat kalau mau menyamai value BlackBerry dan Samsung," katanya di sela peluncuran BlackBerry Curve 9220 di X2 Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Erajaya yang belum lama mengakuisisi Teletama Artha Mandiri (TAM) untuk memperkuat jaringan distribusinya, mengklaim menguasai lebih dari 90% penjualan ponsel di Indonesia.

"Kami mencatat revenue Rp 6,8995 triliun sepanjang 2011 lalu dengan penjualan ponsel 6,648 juta unit. Tahun 2012 ini kami pasang target revenue Rp 10,7 triliun dengan estimasi 11 juta unit ponsel terjual," kata pria yang akrab disapa Koko ini.

Dari sisi piramida bisnis ponsel, menurut dia, kue terbesar masih ada di segmen entry level untuk kelas mid to low-end dengan kisaran harga Rp 3 juta ke bawah.

"Pasarnya 60% lebih ada di mid to low-end. Yang paling laris kemarin BlackBerry Gemini," pungkasnya.

Tes Halaman Preview Aja Kok


Perusahaan pembuat prosesor ternama dunia, Intel, kini tengah memulai membangun prosesor berbasis arsitektur Ivy Bridge 22 nm. Produksinya sendiri akan dimulai pada kuartal pertama tahun 2012. Dengan teknologi ini, mereka mengklaim bahwa prosesornya selangka lebih maju daripada prosesor milik AMD maupun ARM.

Meskipun begitu, nampaknya Intel masih belum merasa puas. Dalam sebuah wawancara dengan Direktur Manager Intel Eropa bagian utara, Pat Bliemer mengatakan bahwa perusahaanya masih terus melakukan penelitian. Bahkan, kepada Nordic Hardware yang dikutip dari Electronista dia mengatakan bahwa Intel kini tengah melakukan pengujian terhadap prosesor terbarunya berbasis 14nm.

Sebelumnya, untuk menghasilkan prosesor berbasis Ivy Bridge, Intel mengembangkan 3D atau Tri-gate transistor. Komponen elektronik multidimensi ini memiliki karateristik termal dan power yang lebih baik sekaligus desain yang lebih compact. Jika Intel mengatakan kini tengah melakukan pengujian prosesor 14nm, maka mereka telah berhasil mengembangkan teknologi 3D transistor ke arah lebih baik lagi.

Pat Bliemer sendiri enggan menyebutkan lebih lanjut perihal tersebut. Yang pasti, ujarnya, para peneliti di lab Intel kini tengah bekerja mengenai hal tersebut dan siap untuk diproduksi untuk waktu mendatang.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites